Mawarpink Blog

Pertanian Perkebunan Pekarangan

Proposal Jalan Pertanian

KELOMPOK TANI
GIRI MULYA
DUSUN SIDAMULYA
DESA BOJONGGEDANG RANCAH
CIAMIS
2013
KELOMPOK TANI
GIRI MULYA
DUSUN SIDAMULYA DESA BOJONGGEDANG RANCAH
18 Maret 2013
No
:
       /KTGM/III/2013
        Kepada
Lamp.
:
1 bendel
Yth. Bapak Kepala Dinas Pertanian
Hal
:
Permohonan Bantuan Pembangunan Jalan Pertanian
        Tanaman Pangan Kab. Ciamis
        Di
        Ciamis
                       .
Dalam rangka mendukung dan memperlancar program kelompok untuk mempercepat peningkatan perekonomian di Dusun Sidamulya Desa Bojonggedang melalui bidang pertanian, maka perlu kualitas jalan yang bagus sebagai sarana dan prasarananya. Kelancaran transportasi baik untuk pengangkutan hasil pertanian dari lahan anggota kelompok dan masyarakat memerlukan kualitas jalan yang kuat. Dengan alasan tersebut, maka dengan ini kami mengajukan Permohonan Bantuan Pembangunan Jalan Pertanian.
Kami berkomitmen untuk mengupayakan suksesnya program tersebut demi terciptanya desa yang mandiri berwawasan bisnis dengan pembangunan Jalan Pertanian, untuk itu sudilah kiranya Pemerintah melalui Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis memberikan bantuan pembangunan Jalan Pertanian.
Besar harapan kami permohonan ini dapat terkabul, atas terkabulnya permohonan ini sebelumnya kami haturkan terima kasih.
Kelompok Tani Giri Mulya
Ketua,
ENA RUSYANA
PROPOSAL
PERMOHONAN BANTUAN
JALAN PERTANIAN
I.               LATAR BELAKANG
Peningkatan perekonomian di daerah pedesaan sangat bergantung pada sarana dan prasarana yang ada, di antaranya yaitu sarana jalan. Jalan penghubung yang diharapkan dapat memperlancar proses tercapainya program kerja kelompok yaitu usaha pertanian telah rusak termakan waktu dan kondisi alam.
Untuk itu kelompok bergerak mengupayakan adanya perbaikan sarana tersebut. Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Kelompok Tani adalah mengajukan Permohonan Bantuan Pembangunan Jalan Pertanian kepada Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis.
Kami mohon usulan ini merupakan permohonan yang perlu dipertimbangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas.
Dengan adanya Bantuan Pembangunan Jalan Pertanian ini mudah-mudahan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Giri Mulya Dusun Sidamulya Desa Bojonggedang Kecamatan Rancah. Kabupaten Ciamis menjadi petani yang bisa diandalkan yang turut mendukung program pemerintah.
II.            MAKSUD DAN TUJUAN
Kegiatan ini mempunyai maksud dan tujuan:
1.
Pemanfaatan Jalan Pertanian dimaksudkan sebagai sarana untuk memfasilitasi petani/Kelompok Tani di tingkat lapang.
2.
Pemasaran produk ke pasar luar setelah kebutuhan kelompok terpenuhi.
3.
Meningkatkan taraf hidup petani/Kelompok Tani beserta anggotanya.
4.
Menanggulangi permasalahan pertanian
5.
Meningkatkan kelembagaan pertanian.
6.
Meningkatkan hasil produksi pertanian.
7.
Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para petani/Kelompok Tani beserta anggotanya
8.
Berorientasi pertanian berwawasan bisnis.
9.
Menjalin hubungan antara Pemerintah dan petani
III.         PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
Untuk memperbaiki jalan pertanian yang kami miliki, kami menghadapi permasalahan yang tak bisa kami tanggulangi sendiri karena:
1.
Kondisi jalan yang sudah rusak parah sehingga memerlukan biaya yang besar untuk memperbaikinya.
2.
Kemampuhan keuangan kelompok tani yang tidak memungkinkan untuk memperbaiki dan membangun jalan pertanian tersebut.
IV.         LOKASI
Lokasi jalan pertanian yang kami ajukan untuk mendapat bantuan yaitu: Jalan Cikamalayan yang berujung di sawah lungguh sepanjang 1 km yang berada di wilayah RT 06 / RW 13 Dusun Sidamulya Desa Bojonggedang Rancah.
V.           TITIK KOORDINAT
S : 07° 15’ 963”
E : 108° 30’ 683”
Elevation : 349
VI.        AREAL PESAWAHAN YANG DIHUBUNGKAN
Areal peswahan yang dihubungkan dengan jalan pertanian ini seluas 32 Ha (Blok sawah Kalungguhan dan sekitarnya).
VII.      PENUTUP
Bantuan Pembangunan Jalan Pertanian ini merupakan suatu harapan besar bagi Kelompok Giri Mulya karenaaaa merupakan kegiatan yang sangat membantu anggota kelompok dalam mengembangkan programnya secara maksimal.
Maka segala bantuan dan dukungan sehubungan dengan permasalahan di atas merupakan kunci keberhasilan kami.
Demikian proposal ini, besar harapan kami proposal ini dapat terkabul. Atas kepercayaan, dukungan, dan  terkabulnya permohonan ini kami haturkan terima kasih.
Bojonggedang, 18 Maret 2013
Kelompok Tani Giri Mulya
Ketua
ENA RUSYANA
 RENCANA USAHA KEGIATAN KELOMPOK (RUKK)
PEMBANGUNAN JALAN PERTANIAN
KELOMPOK GIRI MULYA
DUSUN SIDAMULYA DESA BOJONGGEDANG
LEBAR 2,5 PANJANG 1 KM
TAHUN 2013
Uraian
Volume
Harga
Satuan
Jumlah
Ket.
Pemerintah
Swadaya
A
Bahan Material
1
Batu  belah
300 m3
120.000
36.000.000
2
Batu 2-3
450 m3
160.000
72.000.000
3
Batu 1-2
300 m3
180.000
54.000.000
4
Aspal
40 drum
1.300.000
52.000.000
5
Pasir
12 m3
800.000
9.600.000
B
Sewa Alat
1
Stom Wals
11 hari
450.000
4.950.000
C
Upah Pekerja
1
Tukang aspal
1 orang
75.000
825.000
2
Laden
1 orang
50.000
550.000
3
Laveling
20 orang
35.000
700.000
D
Alat lain-lain
1
Kayu Bakar
25 m3
25.000
625.000
Jumlah
229.805.000
1.325.000
Bojonggedang, 18 Maret 2013.
Kelompok Tani Giri Mulya
Ketua,
ENA RUSYANA
FOTO JALAN YANG AKAN DIBANGUN
Tinggalkan komentar »

Tanaman cabai dalam pot

Halah, bubar pasar.. Tannduran lombok wis tak poti. Rantas di cucuki pitek, njuk males ah,

menanam cabai apa benar ada unsur keberuntungan, kadang harga bisa tinggi banget bisa melebihi harga daging. Tapi kadang anjlog.. Bagaimana si cara biar tepat nanam cabai,.

Tinggalkan komentar »

Membaca Peluang Bisnis dari Resep Masakan

Membaca Peluang Bisnis dari Resep Masakan
Cara penyajian dan pengolahan aneka bahan bisa dibuat berbeda dari kompetitor.
Minggu, 27/6/2010 | 16:36 WIB

KOMPAS.com – Urusan lidah dan perut memang tidak bisa sembarangan. Karena itu, olah resep dan ketajaman insting membaca peluang sangat penting bagi pebisnis kuliner. Pasalnya, salah memasukkan satu bumbu saja, pelanggan bisa kabur.

Kekayaan wawasan beragam resep masakan bisa didapat dari banyak sumber. Buku, koran, majalah, internet, dan acara televisi bisa jadi rujukan para “tukang masak” ini. Tetapi, belajar langsung dari koki sebenarnya, lengkap dengan praktik, tentu menjadi nilai lebih tersendiri.

Hadi Kusumo memang bukan jago masak. Tapi, ia punya kantin di daerah mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan, Jalan Ciumbuleuit, Bandung. Usaha bernama Kantin Juwita itu punya kekhasan menyajikan ayam dan ikan dalam rupa presto, alias tulang lunak.

“Kelebihannya, kami bubuhkan juga kremesan di atas daging itu,” katanya saat ditemui di acara Cooking Class East Meet West yang dihelat harian Kompas di Hotel Padma, Kota Bandung, Sabtu (19/6) lalu.

Ia mengaku tidak tahu banyak tentang bumbu-bumbu yang diimbuhkan dalam dagangannya. Pasalnya, masakan setengah jadi dipasok kakaknya. Tugas Hadi adalah menyempurnakannya sehingga bisa mengisi relung perut penyantapnya.

Namun, pelajaran memasak dari Chef Anton Pradipta siang itu bisa menambah wawasannya tentang makanan. Ia menyebut menu iga bakar sego ireng yang diajarkan bisa ia terapkan. “Saya jadi tahu bumbunya. Iga bakal saya ganti dengan ayam atau ikan, sesuai dengan dagangan saya,” katanya.

“Harga makanan di kantin saya seporsi sekitar Rp 12.000. Itu sudah harus bersaing dengan warung tenda di seberang kantin yang harganya lebih murah. Kalau bumbu yang diajarkan tadi saya pakai juga, mau dijual berapa masakan saya?” ujarnya.

Persaingan ketat
Lain lagi dengan Heny Adiaksi. Pengusaha salon dan kafe ini berencana membuka restoran keluarga bercita rasa Indonesia di Jalan Diponegoro. Padahal, di sekitar lokasi itu sudah bertebaran berbagai tempat makan yang menyajikan masakan serupa. Tetapi, ia tak gentar.

“Restoran itu nantinya banyak menyajikan masakan Nusantara, tetapi juga ada makanan ala barat seperti steak atau spaghetti. Dari kelas memasak seperti ini, saya belajar tentang cara penyajian dan pengolahan aneka bahan. Saya yakin masakan di restoran saya nanti bisa bersaing dengan yang lain meskipun sangat mungkin ada menu sama,” kata Heny.

Selain mengandalkan bumbu, Heny yakin lokasi yang tak jauh dari Gedung Sate dan sentra factory outlet di Jalan LL RE Martadinata bakal mendongkrak omzet. Karena berdekatan dengan perkantoran pemerintah, Heny akan menyediakan ruang khusus untuk rapat-rapat pejabat.

Seperti yang dituturkan Heny, peluang berbisnis kuliner masih sangat terbuka. Tentu saja perlu kecerdikan dan keuletan untuk bisa bertahan. Belajar masak dari koki profesional hanya salah satu cara untuk memuaskan lidah dan perut konsumen.

(Herlambang Jaluardi)

7 Komentar »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.