Mawarpink Blog

Pertanian Perkebunan Pekarangan

Teknik Perantingan Adenium

pada Februari 11, 2010

Merubah yang Biasa jadi Luar Biasa

Setelah banyak orang terkesima dengan aneka sambung tempel bunga impor yang berwarna-warni, fenomena bonggol unik, dan adenium lukis, kini ada tren baru yang mengadopsi dari bonsai, yaitu trik perantingan.

Fenomena keunikan adenium tak ada matinya. Mungkin itu yang bisa terucap dari bunga unik yang indah di seluruh bagiannya ini. Sesuai dengan namanya, percantikan dalam trik ini tertuju pada bagian ranting. Tak hanya memotong, serangkaian teknik ini dilakukan dengan cara menyambung, sehingga pada akhirnya dihasilkan ranting yang indah, sesuai dengan imajinasi dan bernilai estetika tinggi.
Bahkan tak hanya meningkatkan keindahan ranting, beberapa bagian seperti mahkota (sambungan atas bunga), batang, dan bonggol juga terlihat unik menggunakan proses ini dengan melakukan serangkaian paket yang lain. Maka jangan heran, adenium yang tak begitu menarik sebelumnya, bisa disulap beberapa saat dan berharga tinggi berkat teknik ini, sehingga membuatnya indah.Pebisnis Adenium di Kedamean Gresik Jatim, Suistono atau Tokyo, mengatakan biasanya untuk jenis biasa (belum dilakukan teknik ranting dan masih apa adanya), se-potnya dijual dengan harga rata-rata Rp 100 ribu. Tapi setelah proses perantingan, harga bisa melonjak jadi sekitar Rp 300 ribu.
Harga itu dirasa pantas dari sebuah adenium yang telah disulap jadi indah. Dan, juga harga yang pantas bagi sebuah maha karya yang tercipta dari seorang seniman adenium (jika mengambil istilah dari bonsai, maka seniman bonsai, red) yang berpengalaman.

Bahan dan Peralatan
“Untuk melakukan metode perantingan, umumnya disiapkan beberapa peralatan dan bahan yang biasa digunakan dalam teknik atau proses penyambungan. Sebab, umumnya hal itu meliputi banyak kegiatan, tak terkecuali proses stek atau yang biasa disebut sebagai bagian mahkota,” ujar Tokyo.Peralatan pertama adalah alat pemotong. Biasanya peralatan yang digunakan bisa bermacam-macam, mulai dari pisau, gunting sampai tang. Pisau dan gunting biasanya digunakan untuk memotong bagian daun dan batang yang tak diperlukan. Selain itu, alat ini juga berguna untuk memotong akar yang tak diperlukan. Selain itu, juga sediakan tang untuk memotong kawat alumunium.Peralatan yang kedaua adalah pengikat dan pembentuk. Biasanya, alat yang digunakan ada dua macam, yaitu kantong plastik dan kawat. Kantong plastik berfungsi mengikat sambungan yang sudah dibentuk. Setelah itu ada juga kawat yang fungsinya sebagai pembentuk ranting (hampir mirip dengan teknik yang ada di bonsai), agar bisa diatur sesuai dengan keinginan.Sebagai catatan, kawat yang umumnya digunakan berbahan dasar alumunium. Proses pengawatan yang biasanya berlangsung lama, membuat bahan ini tak pernah bermasalah dengan karat (sebagaimana yang sering terjadi di kawat besi). Bahan selanjutnya adalah media tanam. Umumnya, setiap orang memiliki rumus dan patokan sendiri mengenai media tanam.Namun sebagaimana bahan yang sering digunakan, pupuk kandang, pasir malang, dan sekam adalah standar yang sering digunakan. Dengan komposisi tertentu dan pasir malang disesuaikan dengan kebutuhan (umumnya digunakan hanya bagian atas, sebagai pemberat, sehingga media tanam tak tumpah pada saat proses penyiraman).Terakhir adalah media pendukung yang lain, seperti kuas, meja berputar, dan pot. Kuas akan berguna untuk membersihkan bonggol ketika proses pengangkatan pertama kali. Meja berputar akan sangat membantu Anda pada saat proses periasan (penyambungan dan pemotongan batang). Dan, pot yang bagus akan lebih meingkatkan tampilan adenium Anda sesuai dengan keinginan.Setelah beberapa bahan tersebut terkumpul, barulah proses dapat dilakukan. Untuk lebih mantapnya, bahan adenium yang siap diranting sebaiknya sudah berusia lebih dari 1,5 tahun. Selain bonggol yang sudah mulai terlihat, beberapa bagian tanaman memiliki pertumbuhan yang mulai stabil alias tak mudah rusak. [adi]

Proses Perantingan

  1. Repotting. Biasanya proses ini dilakukan ketika akan memindah media pot dari poliback ke pot yang ditentukan. Proses ini dilakukan dengan mengeluarkan adenium dan membersihkan bonggol yang sudah terlihat dengan menggunakan kuas. Setelah itu, barulah tanaman siap dimasukkan ke dalam pot. Usahakan jangan memotong bagian akar sekecil apapun pada tahap ini, terutama pada bagian bawah. Sebab, luka sekecil apapun bisa berakibat busuk akar.
  2. Potong sebagian batang yang memanjang jadi beberapa centimeter (+10 cm). Namun hal ini tidak baku, karena jika Anda ingin berkreasi, batang pun bisa dipotong sesuai dengan kebutuhan.
  3. Pemberian shock atau penyambungan batang. Biasanya dalam tahap ini dilakukan dengan teknik sambung. Untuk lebih kuatnya, biasanya digunakan teknik sambung V, karena teknik ini relatif lebih kuat dan kualitas kebusukan yang minim.
  4. Setelah disambung dengan bagian shock, barulah teknik pengawatan ini dilakukan. Shock yang digunakan sebaiknya berukuran lebih panjang, karena ini akan berguna pada saat teknik pengkawatan (ranting yang muncul bisa dibentuk sesuai dengan imajinasi).
  5. Teknik pengkawatan dilakukan dengan cara memutarkan kawat searah jarum jam ke bagian bonggol sampai atas. Biasanya, dalam tahap ini juga dilakukan proses pembentukan, sehingga ranting yang tumbuh terlihat berkeloak-kelok secara alami.
  6. Baru setelah teknik ini dilakukan, pemotongan akar yang tak perlu bisa dilakukan. Selain mengurangi keindahan bonggolnya, akar liar akan menghambat pertumbuhan adenium, sehingga dia tidak tumbuh dengan maksimal.
  7. Setelah itu, adenium sudah siap dinikmati. Dengan membersihkan beberapa bagian dari sampah proses ini, tak ayal koleksi Anda yang satu ini siap jadi daya tarik setiap orang. [adi]
Iklan

2 responses to “Teknik Perantingan Adenium

  1. hedisasrawan berkata:

    trim’s atas tipsnya
    kalo membesarkan bonggol adenium bagaimana?

    • bungamawarpink berkata:

      setelah saya brosingg caranya sbb
      Salah satu cara membuat adenium berbonggol besar adalah dengan memotongnya.
      Pemotongan bonggol ini lebih dimaksudkan untuk memperbanyak akar, terutama bila
      bonggol aslinya dinilai kurang memiliki bentuk yang ideal. Bonggol tanaman yang
      telah mencapai diameter 10 cm dapat dibentuk sekaligus dibesarkan dengan cara
      dipotong tepat di tengah bonggol terbesar.

      Gunakanlah pisau tajam dan steril. Bekas luka potongan direndam dalam larutan
      fungisida selama 5 menit, lalu diolesi dengan bubuk perangsang akar. Bila
      fungisida sulit diperoleh, gunakan pasta gigi atau kapur sirih sebagai
      penggantinya. Biarkan hingga kering, kurang lebih 3 hari, baru ditanam kembali.

      Saat hendak ditanam, ganjal penampang batang bagian bawah dengan styrofoam yang
      seukuran dengan diameter batang atau lebih besar. Hal ini berguna untuk membuat
      pertumbuhan akan yang terbentuk mengarah ke samping bukan langsung ke bawah.

      Sebulan kemudian akar-akar serabut akan tumbuh serempak. Kita dapat
      menjarangkannya sehingga hanya sedikit akar yang tersisa untuk dibesarkan
      menjadi bonggol akar.

      Akar juga bisa dipilin sehingga bonggol akar nantinya berbentuk bonggol pilin.
      Namun, semua tergantung selera pembuatnya. Yang terpenting, penanaman kembali
      bonggol yang baru saja dibersihkan akar serabutnya ini harus dilakukan dengan
      hati-hati.

      Teknik membesarkan bonggol adenium ini diungkapkan Sunardi & Maloedyn
      Sitanggang dalam buku Budi Daya & Bisnis Adenium yang diterbitkan oleh
      AgroMedia Pustaka.

      Melalui buku ini, Anda akan mendapatkan panduan lengkap mengenai adenium. Mulai
      dari cara memperbanyak adenium, melebatkan bunga, membesarkan bonggol,
      membentuk semibonsai adenium yang unik, hingga analisis usaha grafting dan
      seedling adenium.

      http://www.agromedia.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: